Kesan pesan selama di Rumah Tawon dan analisa diri

Komunitas Rumah Tawon berada di Jl. Benteng betawi, Rt o2/o4 Tanah tingi, Tangerang. Komunitas tersebut merupakan wadah belajar secara informal bagi anak-anak kurang mampu yang berada di sekitar wilayah Tanah Tinggi. Sebagian besar anak-anak penghuni Rumah Tawon masih TK sampai dengan SMP. Dimana kegiatan belajar mereka dipisah menjadi 2 kelas, yakni kelas PAUD untuk TK dan kelas Calistung untuk SD-SMP.

Saya memutuskan untuk melakukan kegiatan CB Interpersonal ini di Rumah Tawon berdasarkan hasil diskusi dengan anggota-anggota kelompok saya. Di Rumah Tawon tujuan awalnya kami yaitu ingin memberikan edukasi mengenai apa itu sampah organic dan non organic, serta bagaimana cara pemanfaatannya. Akan tetapi setelah kami bertemu dengan pengurus-pengurus yang ada di Rumah Tawon dan melakukan diskusi santai, ternyata kami disana dapat melakukan hal yang lebih banyak lagi. Sehingga pada akhirnya kegiatan yang kami lakukan disana lebih banyak lagi, antara lain yaitu: memberikan pelatihan cara menggunakan mesin las, mengajar pelajaran TK dan SD, serta memberikan edukasi sampah organic dan non organic.

 Dalam melakukan kegiatan tersebut saya juga telah menanamkan beberapa nilai pancasila dalam setiap kegiatannya, nilai-nilai pancasila yang saya terapkan antara lain:

  • Nilai Ketuhanan

Nilai ketuhanan disini merupakan gambaran dari Sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Penerapan nilai Ketuhanan dilakukan dengan selalu memulai suatu kegiatan dengan berdoa dan juga menutup nya dengan berdoa. Hal tersebut selalu kelompok saya terapkan dalam setiap kegiatan yang kami lakukan di Rumah Tawon.

Selain itu pada saat edukasi mengenai sampah organic dan non organic, kami juga menerapkan Nilai Ketuhanan. Dimana kami mengajarkan bahwa kita bisa ikut menjaga lingkungan pemberian Tuhan dengan cara mendaur ulang barang yang sering kali dianggap orang sebagai sampah. Hal tersebut tentunya sesuai degan perintah Allah, dimana kita harus menjaga dan memelihara Bumi pemberiannya.

  • Nilai Persatuan

Nilai persatuan disini merupakan gambaran dari Sila ketiga yaitu Persatuan Indonesia. Dalam kegiatan kami nilai persatuan ini kami ajarkan pada saat sesi game berkelompok  pada hari ke-3. Di game tersebut anak-anak diharuskan bekerja sama dan bersatu jika ingin memenangkan game. Jika mereka terpecah-pecah dan tidak menyatukan pikiran tentunya kerja sama kelompok akan kacau dan tidak akan bisa memenangkan game.

  • Nilai Keadilan

Nilai keadilan disini merupakan gambaran dari sila ke Lima yaitu Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.  Nilai keadilan disini kami terapkan pada saat pembagian snack. Dalam pembagian snack tersebut kami membagikannya kepada anak-anak di Rumah Tawon secara merata tanpa ada pembedaan. Disitu kami mencoba menjadi contoh bagi anak-anak yang ada di Rumah Tawon, bahwa dengan pembagian yang adil dapat menciptakan lingkungan yang harmonis, adil, dan damai.

Kesan saya selama berada di Rumah Tawon yakni diluar dugaan, ternyata ada banyak sekali anak-anak diluar sana yang kurang mampu akan tetapi mempunyai semangat yang tinggi untuk belajar.  Terlebih lagi setelah beberapa kali mengajar disana, ada anak-anak potensial(menonjol) yang mungkin jika mereka diberikan fasilitas yang memadai, nantinya dapat menjadi orang yang kelak mengharumkan nama bangsa dan negara.

Pesan saya kepada komunitas Rumah Tawon adalah semoga mereka bisa terus ada untuk dapat mengembangkan kreativitas serta mutu anak-anak yang ada disana. Selain itu kepada adik-adik disana, terus semangat ya dan saya harap kegiatan yang kami lakukan disana dapat bermafaat bagi kalian dan juga diri saya sendiri.

Nama   : Dionisius Alfaputra

NIM      : 1701345670

Kelas    : LM21

Lampiran Proposal CB Interpersonal Development

Berikut ini saya sertakan lampiran proposal CB Interpersonal Development dari kegiatan yang kami lakukan :

Proposal Kegiatan Tugas Akhir

Character Building : Interpersonal Development (CB432)

Anggota Kelompok   :

  1. ANGELA EKARIZKY APRILLA NUGRAHENI – 1701289505
  2. ASEP ABDURAHMAN TSANI – 1701343596
  3. DIONISIUS ALFAPUTRA – 1701345670
  4. MUHAMMAD RIDWAN HALIM – 1701339213
  5. SANDY MATTHEW – 1701351313

Kelas                           : LM21

Nama Komunitas       : Rumah Tawon/Rumah Tawon

Lokasi Komunitas      : Jl. Benteng betawi, Rt o2/o4 Tanah tingi, Tangerang

Aktivitas / Tentang Komunitas        :

            Rumah Tawon merupakan wadah untuk kegiatan belajar-mengajar dan pemahaman pentingnya sekolah dan belajar bagi anak-anak prasejahtera/kurang mampu, karena ini modal dasar bagi mereka untuk bangkit dan merubah hidup mereka ke arah yang lebih baik. Fasilitas-fasilitas yang ada di Rumah Tawon ini antara lain yaitu:

  1. Rumah Belajar
  2. Rumah Baca
  3. WC
  4. Jalan Setapak / Jalur Cinta (jalan yang sengaja dibangun sempit, sehingga siapapun orang yang berpapasan akan saling memberi senyum sapa dan akan terbangun rasa kekeluargaan)

Latar Belakang                       :

            Rumah Tawon merupakan tempat bagi anak-anak kurang mampu ataupun anak-anak jalanan untuk bisa belajar selayaknya anak-anak pada umumnya. Melihat fakta yang ada pada rumah tawon, ternyata banyak sekali anak-anak yang karena kondisi keluarganya yang serba berkekurangan, terpaksa tidak bersekolah untuk membantu orang tuanya berjualan atau bekerja. Padahal anak-anak tersebut yang mempunyai semangat belajar yang cukup tinggi dan ingin sekali untuk bisa bersekolah. Oleh karena itu, kami ingin membantu anak-anak tersebut dengan memberi pendampingan dan dukungan, sehingga anak-anak tersebut bisa terus terjaga semangatnya dan bisa mencapai apa yang mereka cita-citakan.

Tujuan                                    :

Memberikan motivasi, semangat serta edukasi kepada anak-anak yang ada di Rumah Tawon sehingga mereka bisa terus bersemangat untuk menggapai cita-cita mereka. Edukasi yang kami berikan disini berupa pengenalan bagaimana cara menggunakan mesin las, serta kegunaan dan manfaat dari sampah organic dan non organic.

 

Tangerang, ……………………………………….. 2015

 

 

(Agus Masrukhin, S.Th.I., M)

Berikut juga saya lampirkan link dokumennya agar bisa dilihat dengan lebih jelas: Lampiran Proposal Kegiatan

 

CB Interpersonal Development day 4

Ketemu lagi sama saya Dionisius Alfaputra di Mini Series CB Interpersonal Development SERI 4, yeaaaaaa :D. Saya harap kalian ngga pada bosen ya baca tulisan sederhana saya ini.

Nah kegiatan keempat ini kami lakukan pada tanggal 1 Juni 2015, dan seperti biasanya karena tanggal 1 Juni bertepatan pada hari Senin maka kegiatan saya kali ini tentunya diisi dengan mengajar. Pada saat kami sampai disana ternyata belum ada kakak-kakak yang biasanya memberi tahu kami kegiatan apa yang bisa kami lakukan.

Disana hanya ada teman saya Yosa yang sudah sampai terlebih dahulu di Rumah Tawon.

Ngga lama kemudian akhirnya kak Yanti datang, dan dia langsung mengampiri kami. Duh taunya kak Yanti langsug memberikan tugas yang harus kami bawa pada hari Senin berikut nya :(.

Kak Yanti menjelaskan apa-apa saja yang harus saya bawa di hari Senin berikutnya.

Ternyata tugas yang saya dapat kali ini cukup banyak nih guys, jadi disini saya disuruh membuat alat bantu belajar berhitung serta belajar menulis huruf a-z. Nantinya tugas yang saya buat tersebut akan digunakan sebagai PR anak-anak Tawon selama masa puasa, karena selama bulan puasa nanti tidak akan ada kegiatan belajar di Rumah Tawon. Oleh sebab itulah anak-anak Tawon harus diberikan PR, agar mereka tidak lupa apa yang telah mereka pelajari.

Contoh alat bantu berhitung yang sudah dibuat oleh kak Yanti. Pada gambar tersebut terlihat baru 1 sampa 9 saja, nah disini saya disuruh melanjutkannya dari 9-50.
Contoh alat bantu belajar menulis yang sudah dibuat oleh kak Yanti. Pada gambar tersebut terlihat cuma ada hruf J saja, disini saya diminta membuat dari huruf A-Z dan a-z.

Setelah memberikan tugasnya pada saya kemudian kak Yanti juga memberikan tugas kepada teman-teman saya, setiap anggota kelompok mendapatkan tugas yang cukup berat kali ini hahaha:D.

Pembagian tugas pun kelar, setelah itu kami pun langsung mengajar anak-anak Rumah Tawon. Seperti biasa ada yang mengajar dikelas Calistung ada pula yang mengajar di kelas PAUD. Akan tetapi tidak seperti hari sebelumnya, kali ini saya mendapatkan jatah mengajar di kelas Calistung.

Di kelas Calistung saya sama temen saya Indra mengajarkan dua anak SD, yaitu Alista(2 SD) dan Tebe (1SD).

Saya lagi membuatkan soal tambah-tambahan dan kurang-kurangan untuk dikerjakan oleh Alista serta Tebe.
Alisa dan Tebe mengerjakan soal-soal yang sudah saya dan Indra buat.

Menurut hasil pengamatan saya disini, Tebe dalam hal matematika sangatlah jago, ia dapat menyelesaikan soal pertambahan dan pengurangan 2digit dengan sangat cepat. Akan tetapi dalam hal menulis Tebe masih agak kurang, karena tulisannya masih sering salah serta kecepatan menulisnya masih sedikit lambat.

Hal tersebut berbanding terbalik dengan Alisa, ia cepat dalam hal menulis akan tetapi matematikanya masih kurang. Alisa terlihat belum begitu bisa mengerjakan soal pertambahan – pengurangan 2digit.

Ngga terasa hari ternyata sudah semakin sore, saya pun memutuskan untuk mengakhiri sesi belajar pada hari tersebut. Dan tidak lupa juga, saya memberikan PR untuk Alista dan Tebe. Alista mendapatkan PR matematika, sedangkan Tebe mendapatkan PR menulis suatu kalimat.

Sehabis mengajar, ternyata ada salah satu anak Tawon yang mengajakku untuk bermain catur. Nama anak tersebut yaitu Angling. Karena hal tersebut, yang tadinya saya berencana untuk langsung pulang, maka menyempatkan diri dulu untuk bermain catur.

Saya dan angling menyusun papan catur untuk bermain.

Setelah selesai bermain 1 game dengan saya, ternyata angling masih ingin bermain lagi hahaha, yaudah langsung aja saya suruh teman saya Yosa untuk nemenin si Angling main catur. Tapi sayangnya si Yosa nolak, si Yosa ber-alesan dia ngga bisa main catur.

Pada akhirnya Indra(baju coklat) lah yang menemani Angling untuk bermain catur.

Selesai bermain catur kami (saya dan kelompok) langsung berpamitan untuk pulang kepada kakak-kakak pengurus Rumah Tawon. Nah kira-kira itulah yang bisa saya ceritakan mengenai kegiatan ke-4 kami di Rumah Tawon.

Kemungkinan besar kegiatan ke-5 kami nantinya merupakan kegiatan terakhir kami di Rumah Tawon. Kegiatan ke-5 nanti sih rencana nya baru saya akan lakukan pada hari senin, 8 Juni 2015. Nantinya pada hari tersebut saya hanya berencana untuk menyerahkan tugas-tugas yang sudah kak Yanti berikan kepada saya. Saya juga akan berpamitan kepada para pengurus Rumah Tawon pada hari tersebut, serta mengucapkan terimakasih karena sudah mengizinkan dan menerima kami dengan baik untuk melakukan kegiatan ini.

Mengingat batas pengumpulan terakhir ada tanggal 6 Juni, oleh karena itulah mengapa saya memberikan terlebih dahulu garis besar kegiatan ke-5 yang akan saya lakukan pada tanggal 8 Juni nanti.

Nama : Dionisius Alfaputra

NIM : 1701345670

Kelas : LM21

CB Interpersonal Development day 3

Haloo guys ketemu lagi sama saya Dionisius Alfaputra dalam Mini Series CB Interpersonal Development. Ngga terasa yah ni guys kalo Mini Series ini udah nyampe ke seri 3 aja :D. Nah di seri ke 3 ini kegiatan saya di Rumah Tawon banyak diisi dengan games-games yang berkaitan dengan sampah organik dan non organik. Kegiatan hari ke-3 ini dilakukan pada tanggal 28 Mei 2015.

Oke langsung saya mulai aja ya guys ceritanya, sesampainya disana ternyata tidak seperti biasanya karena hanya ada beberapa anak Tawon yang sudah berkumpul di salah satu saung yang terdapat di Rumah Tawon. Akan tetapi setelah kedatangan kami beberapa anak Tawon yang sudah berkumpul langsung berinisiatif memanggil teman-teman nya yang rumahnya lokasinya berdekatan dengan Rumah Tawon ini. Mungkin mereka sudah interest kali yak dengan kedatangan kami hahaha 😀

Nah setelah semua anak sudah berkumpul kami menyuruh anak-anak tersebut untuk duduk dan membuat barisan, disini kami menjelaskan mengenai game apa yang akan dilakukan serta peraturan-peraturannya. Di game yang pertama ini jadi setiap grub diwajibkan untuk mengumpulkan sampah di sekitar saung Tawon dan memasukkannya ke kantong plastik hitam. Nah setelah sampah terkumpul semua, perwakilan 2 orang dari setiap kelompok harus memisahkan sampah organik dan yang non organic.

Perwakilan 2orang dari setiap grub berusaha untuk memisahkan sampah organic dan yang non organic

Nah disni saya dan temen saya Sandy Matthew menjadi pengawas dan juri untuk menentukan siapa yang menjadi pemenang dalam game tersebut. Disnilah hal yang mengejutkan terjadi, ternyata dari perwakilan masing-masing kelompok semunya bisa memisahkan sampah organic dan non organic tanpa kesalahan sedikitpun :D. Setelah game selesai dan pemenang ditentukan, saya menjelaskan mengenai apa itu sampah organic dan non organic, serta manfaat dari masing-masing jenis sampah tersebut.

Setelah game pertama selesai dilanjutkan dulu dengan sholat bersama anak-anak Tawon.

Teman saya yang bernama Indra Suryawijaya menjadi Imam pada saat sholat tersebut

Sholat telah selesai, sekarang saatnya lanjut ke game ke-2. sebenernya di game ke-2 ini sih ngga ada hubungannya sama sekali sama sampah. Jadi disini setiap kelompok di adu untuk membuat barisan dimana barisan yang paling panjang yang akan jadi pemenang game.

Teman saya Franklin (Baju biru gelap) sedang memberikan pengarahan mengenai cara bermain game tersebut dan apa saja peraturannya

Di game ke-2 ini setiap kelompok diberi waktu selama 10 detik untuk mencari benda yang dapat digunakan untuk membuat barisan yang panjang.

Setiap kelompok dibimbing oleh 1 kakak pembimbing dimana kakak pembimbing disini memberi saran barang-barang apa saja yang harus diambil agar bisa menang lomba. Kebetulan disini saya menjadi kakak pembimbing dari kelompok 1 (ada 4 kelompok).

Dan gamepun dimulai, disini anak-anak sangat bersemangat sekali untuk dapat memenangkan lomba, kira-kira seperti inilah gambarannya:

Nah disini saya memegang kelompok yang ada anak berbaju loreng-loreng hitam putih (paling kiri)

Di game tersebut saya sampe mengorbankan alma mater saya untuk dipinjam sama kelompok yang saya pegang supaya mereka bisa menjadi juara dalam game kali ini. Yah walaupun diakhir game ternyata bukan kelompok saya yang menjadi juara, akan tetapi lumayan lah kelompok saya berhasil mendapatkan juara 2 dari 4 team yang ada 😀

Kelompok yang berada di posisi terakhir di game ini mendapatkan hukuman, yakni harus melakukan chicken dance :D. Harusnya yang dihukum adalah kelompok yang dipegang sama temen saya Indra Suryawijaya, akan tetapi karena ada kesalahan teknis yang dihukum malahan kelompok yang juara 3 hahaha.

Daniel Dotulong (Baju abu-abu paling kanan) melakukan chicken dance bersama dengan kelompok nya.

Setelah hukuman selesai dilakukan selanjutnya kami melakukan pembagian snack kepada anak-anak di Rumah Tawon. Karena kebetulan pada saat kami datang bertepatan dengan hari Kamis, ternyata ada beberapa anak di Rumah Tawon yang menjalankan puasa (puasa senin kamis). Mengetahui hal tersebut sungguh kagumlah saya, sebab teman-teman di kelompok saya aja pada hari itu ngga ada yang berpuasa hehehe, sedangkan mereka yang masih kecil mempunyai kesadaran yang cukup tinggi akan pentingnya mendekatkan diri kepada Tuhan.

Teman Saya Kiky membagi-bagikan snack kepada anak-anak Rumah Tawon.
Anak-anak Rumah Tawon menikmati snack yang kami berikan sembari bercengkrama dengan teman-temannya.

Setelah anak-anak selesai menikmati snack mereka, kamipun bermaksud berpamitan dengan mereka. Ya tentu saja kegiatan yang dimulai dengan doa harus diakhiri dengan berdoa pula. Kamipun menyuruh salah satu anak Tawon untuk memimpin doa.

Kiky meminta anak-anak untuk tenang sedikit sebelum meminta salah satu anak untuk maju memimpin doa.
Kami berfoto bersama dengan anak-anak Rumah Tawon sebelum pulang. Terlihat juga disini ada beberapa anak Rumah Tawon yang sedang duduk-duduk di saung dan tidak ikut berfoto.

 

Oke sekian dulu ya guys untuk tulisan saya kali ini, kalo penasaran gimana kelanjutan ceritanya stay tuned terus ya 😀

 

 

Nama : Dionisius Alfaputra

NIM : 1701345670

Kelas : LM21

CB Interpersonal Development day 2

Halo semuanya ketemu lagi sama saya Dionisius Alfaputra dalam mini series CB Interpersonal Development. Kegiatan hari kedua ini kami (saya dan tentunya kelompok saya) lakukan pada tanggal 26 Mei 2015 dan tentunya masih di lokasi yang sama yaitu Rumah Tawon :D. Pada hari kedua ini kegiatan kami di Rumah Tawon banyak diisi dengan mengajarkan anak-anak rumah tawon bagaimana cara menulis serta mewarnai.

Pada saat kami sampai di lokasi, kami langsung mendiskusikan dengan pengurus Rumah Tawon kira-kira kegiatan apa sih yang bisa kami lakukan pada hari itu. Dari hasil diskusi tersebut diperolehlah bahwa kami bisa mengajar pada hari tersebut. Kenapa mengajar?? karena di Rumah Tawon setiap hari senin, rabu, jumat dan sabtu biasanya diisi dengan kegiatan belajar.

WP_20150525 6
Kami sampai kira-kira pukul 4 sore. Ternyata disana sudah ada ka Parman yang datang menyambut kami.
WP_20150525 6
Sesampainya di lokasi kami langsung berdiskusi dengan kak Parman (Baju Oren). Disini saya yang memakai jaket merah.

Sistem belajar di Rumah Tawon juga dibagi menjadi dua kategori yakni : Kelas PAUD dan kelas Calistung. Dimana kelas PAUD diisi oleh anak-anak TK sedangkan kelas Calistung diisi oleh anak-anak yang sudah cukup besar yakni anak-anak seumuran SD sampai dengan SMP. Karena banyaknya anggota kelompok kami, maka kemudian kami dipecah menjadi dua bagian, ada yang mengajar di kelas Calistung dan ada yang mengajar di kelas PAUD. Nah kebetulan sekali saya disini kebagian untuk mengajar kelas PAUD, kira-kira seperti inilah gambaran anak-anak pada kelas PAUD.

WP_20150525 8WP_20150525 9

Dikelas PAUD ini kami membantu dan mendampingi kakak Ros dalam mengajarkan anak-anak tersebut. Kegiatan belajar dimulai dengan berdoa terlebih dahulu lalu kemudian dilanjutkan dengan belajar cara menulis huruf vokal yakni A I U E O. Disini saya juga cukup terkejut karena ada beberapa anak yang mampu menulis A I U E O dengan cukup rapi dan lancar, padahal mereka masih TK dan memiliki fasilitas yang terbatas. Kalau saya tidak salah ingat nama anaknya Tiara dan Annisa, sayangnya saya enggak sempet buat mengambil foto mereka berdua.

WP_20150525 7
Kak Ros memperkenalkan kami kepada anak-anak yang ada di kelas PAUD, karena pada saat itu kami baru pertama kali mengajar dikelas PAUD.

Setelah sesi belajar menulis huruf vokal selesai, kemudian dilanjutkan dengan sesi mewarnai. Disini anak-anak sangat antusias sekali dibandingkan pada saat sesi menulis huruf vokal. Untuk anak laki-laki diberikan gambar bintang untuk diwarnai sedangkan anak perempuan diberikan gambar rumah untuk diwarnai. Sesi menggambar merupakan sesi belajar terakhir pada hari ini, dan karena dimulai dengan berdoa maka juga haruslah diakhiri dengan berdoa.

Untuk menentukan siapa yang akan memimpin doa, kak Ros menanyakan kepada anak-anak di kelas PAUD “Siapa yang mau memimpin doa??”. Diluar dugaan ternyata banyak sekali anak yang langsung tunjuk tangan untuk memimpin berdoa, berbanding terbalik sekali pada saat waktu saya SD dulu dimana jarang sekali anak yang secara volunteer mengajukan diri untuk memimpin doa.

Setelah kegiatan belajar selesai tidak terasa waktu sudah sore sekali, sebelum kami pulang kami menyempatkan dulu untuk berfoto bersama dengan sebagian anak yang masih berada di Rumah Tawon.

WP_20150525 14WP_20150525 15

Setelah anak-anak Tawon sudah pulang semua, kami sedikit berbincang-bincang dengan beberapa pengurus di Rumah Tawon.

WP_20150525 18
Kami mengobrol secara santai sembari menunggu beberapa anggota kelompok kami yang sedang sholat maghrib.

Nah sekian dulu ya guys untuk kisah mini series CB Interpersonal day 2, nantikan kelanjutannya di post-post saya berikutnya. See you 😀

 

 

Nama : Dionisius Alfaputra

NIM : 1701345670

Kelas : LM21

CB Interpersonal Development day 1

Halo semuanya, Ini kemungkinan besar merupakan post blog pertama saya selama kuliah di Semester 4 ini. Eh iya kelupaan, pertama-tama izinkan saya untuk memperkenalkan diri dulu. Nama saya Dionisius Alfaputra atau biasa dipanggil Dion sama temen-temen saya. Disini saya merupakan mahasiswa semester 4 dari Jurusan Teknik Informatika Binus University.

Post blog kali ini dibuat dalam memenuhi tugas saya untuk mata kuliah CB Interpersonal Development, dimana dalam matakuliah tersebut saya diharuskan untuk melakukan suatu bentuk “Community Service” dan melaporkan hasilnya di dalam suatu blog.

Kegiatan CB Interpersonal ini dilakukan berkelompok, setelah saya berdiskusi dengan kelompok akhirnya kami semua memutuskan untuk melakukan kegiatan ini ke Rumah Tawon. Apa sih Rumah Tawon itu?? Nah buat yang belum tau Rumah Tawon ini merupakan tempat belajar informal bagi anak-anak yang secara ekonomis boleh dikatakan kurang mampu. Rumah Tawon berlokasi di Jl. Benteng betawi, Rt o2/o4 Tanah tingi, Tangerang.

Kegiatan hari pertama di Rumah Tawon dilakukan pada tanggal 25 Mei 2015, dimana pada hari itu saya bersama dengan teman-teman sekelompok memberikan mesin las kepada pengurus yang ada di rumah tawon. enapa kami memilih mesin las? Karena setelah berdiskusi dengan kakak-kakak yang ada di Rumah Tawon mereka kebetulan sedang membutuhkan mesin las untuk memperbaiki beberapa property nya yang mengalami kerusakan.

Disana kami juga memperagakan bagaimana cara untuk mempergunakan mesin las tersebut.S__6242389

Dapat terlihat dari gambar diatas bahwa anak-anak rumah tawon sangat antusias dalam memperhatikan penjelasan dari kami. Pada saat teman saya menyanyakan apakah ada yang mau mencoba untuk menggunakannya, ternyata ada seorang anak yang langsung tunjuk tangan untuk maju mencobanya. Teman saya yang bernama Asep Abdurahman Tsani atau biasa dipanggil Dudu langsung membimbing anak tersebut dalam melakukan praktek kecil-kecilan dan tidak lupa karena “Safety is number one”, maka digunakanlah kacamata hitam sebagai pelindung.

S__6242391

Berikut beberapa foto mengenai apa saja yang kami lakukan disana:

20150525075039
Sholat anak-anak Rumah Tawon dilakukan di salah satu saung yang terdapat disana
S__9314331
Memberikan snack serta mengobrol santai dengan anak-anak yang ada di rumah tawon
S__9314333
Foto bersama dengan anak-anak rumah tawon sebelum kami pulang

Nah sekian dulu ya untuk post saya kali ini, jangan lupa tunggu kelanjutan kisahnya di post-post saya berikutnya 😀

Nama : Dionisius Alfaputra

NIM : 1701345670

Kelas : LM21